Sabtu, 02 April 2011

Surgeon Bong Dal Hee Episode 6


Diawali dengan betapa sibuknya ruang gawat darurat di RS Han Gook (aku udah pernah nyebutin nama RS tempat Dal Hee dan kawan-kawan bertugas ini belom ya? :P). Kemudian Jo A Ra stand by di samping pasiennya menunggu kedatangan dokter yang lebih senior, begitu pula dengan Dal Hee yang juga stand by di samping pasiennya (dapet jatah masing-masing). A Ra mengatakan dengan bangga pada Dal Hee bahwa pasiennya menderita usus buntu, jadi hari ini dia akan melakukan operasi untuk pertama kali (usus buntu kan operasi organ dalam tapi nggak bahaya, jadi biasanya ini jadi kesempatan bagi para dokter tahun pertama untuk pertama kalinya menggunakan pisau bedah pada pasien-dengan pengawasan tentunya-). Dal Hee tersenyum dan berkata bahwa pasiennya juga kemungkinan usus buntu. Senyum bangga A Ra pun langsung pudar (niatnya kan pamer, eh ternyata Dal Hee juga dapet).
Ji Hyuk lebih dulu memeriksa  pasien A Ra dan A Ra bertanya ‘bukankah ini usus buntu?’. Ji Hyuk melakukan palpasi (perabaan-tapi mendalam-) pada pasien lalu berkata itu bukan usus buntu. A Ra sangat kecewa apalagi setelah Ji Hyuk mendiagnosa bahwa pasien Dal Hee menderita usus buntu.
Saat di ruang sterilisasi sebelum operasi (lagi cuci tangan), Dal Hee sengaja batuk-batuk di samping Ji Hyuk. Ji Hyuk yang mengerti maksud Dal Hee langsung menawarkan apa Dal Hee ingin melakukan operasi tahap pertama (ngiris kulit pasien ama mbersihin doang). Dal Hee langsung mengiyakan dengan semangat.
Dal Hee melakukan operasi dengan lancar dan hal itu membuat Ji Hyuk tenang. Karena merasa lelah tidak tidur 40 jam, Ji Hyuk pun duduk sebentar lalu tertidur (awalnya sih mau tidur ampe Dal Hee seleai tahap pertama doang tapi keterusan). Begitu Dal Hee selesai operasi tahap pertama, dia pun membangunkan Ji Hyuk untuk bertanya apakah Baby Richardson-nya bisa dipasang sekarang (aku nggak tau nih apa makna sebenarnya, pokoknya alat ini kayaknya semacam penyangga kulit gitu biar mau terbuka). Ji Hyuk hanya menjawab, “Lanjutkan saja…”, lalu tertidur kembali. Kemudian Dal Hee pun lanjut dengan melihat caecum (ujung usus besar) pasien yang mengalami radang. Dal Hee membangunkan Ji Hyuk untuk bertanya tapi Ji Hyuk hanya menjawab, “Itu benar…”, lalu tidur lagi (yaelah…). Dal Hee berteriak berusaha membangunkan Ji Hyuk kembali tapi nggak berhasil. Dal Hee pun akhirnya melanjutkan operasi sampai selesai seorang diri (ama suster juga sih).


Seusai operasi, Dal Hee mengunjungi pasien dengan sering karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Awalnya si pasien baik-baik saja dan terlihat sangat normal, tapi kemudian suatu hari si pasien mengalami nyeri hebat pada perutnya. Ji Hyuk memeriksa pasien namun tidak menemukan keanehan. Ji Hyuk pun meminta pasien menahan rasa sakitnya karena mungkin ini karena pasien belum buang angin saja.
Dal Hee sempat bertanya pada Ji Hyuk apakah benar pasien tidak apa-apa. Dal Hee khawatir kalo dirinya melakukan kesalahan saat operasi. Ji Hyuk langsung marah dan menyuruh Dal Hee jangan bicara masalah itu lagi (masalah Dal Hee yang operasi sendirian sedangkan Ji Hyuk malah molor) lalu pergi.

Dal Hee mendapat sms dari adiknya yang mengabarkan bahwa ibunya ada di RS Han Gook untuk berobat. Dal Hee langsung berlari ke ruang periksa dokter untuk mengintip ibu dan adiknya. Dal Hee menelpon adiknya dan adiknya berkata bahwa perut ibunya sering nyeri. Dal Hee tanya kenapa mereka nggak ke RS lain tapi rupanya klinik tempat ibu Dal Hee periksa merekomendasikan RS Han Gook pada ibu Dal Hee. Pembicaraan mereka pun terhenti ketika ibu Dal Hee dipanggil untuk masuk ruang periksa.


Kemudian ada pertemuan antar dokter (entah ini pertemuan apa yang pasti bukan kayak konferensi). Profesor Suh bicara soal Seung Min yang telah membaik pada profesor Lee. Dokter-dokter lain pun mengucapkan selamat pada profesor Lee atas kesembuhan cucunya (kalo anaknya keponakan itu namanya cucu juga bukan ya?). Kemudian ada dokter lain yang bilang bahwa profesor Suh juga seharusnya diberi selamat. Profesor Suh malah langsung pamer kalo sekarang media ramai membicarakan soal operasi Seung Min yang merupakan pertama kali di Korea dan memiliki kesulitan paling tinggi. Profesor Suh menambahkan bahwa operasi itu juga memberikan kesan bagus bagi RS Han Gook. Profesor Lee hanya bisa diam (krik krik krik…).
Profesor Suh lalu bicara berdua dengan dokter Ahn di ruangannya. Dia bercerita tentang rasa percaya dirinya yang tinggi bahwa gedung baru akan jadi pusat penyakit jantung. Dokter Ahn cuma diam mendengarkan kata-kata profesor Suh.
Pasien Lee Eun Jung (yang usus buntunya dioperasi Dal Hee) kembali mengalami nyeri hebat bahkan sampai muntah (muntah itu tanda kalo nyerinya udah nggak tertahankan lagi). Ji Hyuk lalu langsung menyuruh Dal Hee melakukan tes laboratorium serta X-Ray dan CT scan pada abdomen pasien tapi semua normal.
Ji Hyuk dan Dal Hee pun menemui Gun Wook untuk mencari tau apa penyebab pasien mengalami kondisi seperti itu. Dal Hee pun akhirnya terpaksa bilang kalo dialah yang melakukan operasi. Gun Wook langsung marah apalagi setelah tau kalo Dal Hee melakukannya tanpa pengawasan Ji Hyuk yang sedang tidur. Ji Hyuk dan Dal Hee sama-sama kena semprot Gun Wook. Ji Hyuk dianggap salah karena tidur saat operasi dan tidak memberikan pengawasan terhadap operasi yang dilakukan dokter tahun pertama dan Dal Hee dianggap salah karena tidak membangunkan Ji Hyuk (padahal kan udah dibangunin…). Aku suka karena ternyata Gun Wook nggak mencampuradukkan urusan pribadi dengan pekerjaan. Walaupun udah akrab ama Dal Hee tapi kalo dia salah ya tetep dapet marah.


Moon Kyung menjenguk Seung Min lalu dokter Ahn menghampirinya. Seung Min rupanya sedang tidur dan Moon Kyung berkata bahwa cara tidur Seung Min mirip sekali dengan cara tidur Gun Wook sehingga siapa yang menyangka kalo Seung Min bukan anak kandung Gun Wook (ngomong aib koq keras-keras toh, jeng…). Min Woo dan Hyun Bin pun mendengar tentang itu lalu berlari ke toilet untuk membicarakannya (toilet kelihatan sepi nggak ada seorangpun di dalamnya). Tapi ternyata setelah mereka pergi, Gun Wook keluar dari dalam toilet dengan muka masam. Belum cukup sampai di situ, beberapa saat kemudian Jae Bum keluar dan disusul dengan seorang dokter senior lagi. Gun Wook yang menyadari itu mukanya semakin masam menahan malu.


Kabar sangat cepat menyebar. Profesor Lee yang mendengar gosip tentang keponakannya itu langsung menemui Gun Wook untuk menanyakan kebenarannya. Dia lalu memarahi Gun Wook dan pergi. Beberapa saat setelah keluar dari ruangan Gun Wook, Profesor Lee kembali lalu bertanya siapa ayah kandung Seung Min sebenarnya. Gun Wook hanya diam (karena emang nggak tau). Profesor Lee makin marah karena menganggap keponakannya itu sangat bodoh sampai-sampai nggak tau siapa ayah dari anak yang dikandung istrinya sendiri.
Mi Hee (adik Dal Hee) mencoba menelpon Dal Hee di luar kamar rawat ibunya tapi tak kunjung diangkat. Ibu Dal Hee yang heran kenapa Mi Hee terus-terusan di luar lalu menemui putrinya. Kemudian tepat saat ibu Dal Hee di luar kamarnya, Jae Bum lewat dan mengenali Mi Hee. Jae Bum juga bertanya apakah ini ibu dokter Bong (Dal Hee maksudnya). Tapi ibu Dal Hee mengira Jae Bum memanggil Mi Hee dengan sebutan dokter sehingga langsung mengatakan bahwa Mi Hee bukan dokter. Lalu kemudian Dal Hee tampak dari kejauhan, Jae Bum pun langsung menunjuk Dal Hee untuk memberitahukannya pada Ibu Dal Hee. Dal Hee yang menyadari hal tersebut langsung balik badan. Jae Bum yang kebingungan langsung dikode oleh Mi Hee dan Jae Bum pun mengalihkan perhatian dengan melakukan tarian phoenix (entahlah itu tarian macam apa :P). Ibu Dal Hee sampat melihat ke arah Dal Hee dan curiga, tapi Mi Hee berhasil membujuk ibunya agar kembali masuk ke kamar. Dari situlah Jae Bum akhirnya tau kenapa Dal Hee mesti bohong pada ibunya. Jae Bum juga bersedia jadi dokter jaga untuk ibunya atas permintaan Dal Hee (baiknya dokter yang satu ini… J).


Setelah itu, Dal Hee lebih hati-hati lagi. Dia cuma bisa ngintip ibunya dari pintu padahal sebenarnya Dal Hee sangat cemas. Kemudian ada panggilan darurat yang ternyata dari pasien Lee Eun Jung. Ternyata pasien itu mengalami rasa sakit yang hebat lagi. Suami pasien pun meminta Dal Hee cepat bertindak, tapi karena semua hasil diagnosa sebelumnya normal-normal saja, Dal Hee pun bingung harus berbuat apa. Akhirnya Dal Hee mencari Ji Hyuk dengan panik. Ji Hyuk ternyata sedang tidur dan ketika Dal Hee membangunkannya, dia sangat marah dan mengancam Dal Hee akan diberi nilai F kalo terus-terusan mengganggunya dengan masalah ini.
Dal Hee pun kembali ke ruangan Lee Eun Jung dan ternyata sakitnya sudah reda namun wajahnya tampak sangat pucat. Eun Jung dan suaminya bertanya apakah ada kesalahan saat operasi dan minta Dal Hee jujur apabila ada yang tidak beres. Karena Dal Hee merasa tidak melakukan kesalahan, dia hanya diam saja.
Dokter Ahn memeriksa Seung Min yang telah bisa duduk. Keadaan Seung Min baik-baik saja dan itu membuat Moon Kyung lega. Seung Min pun bertanya kapan ayahnya datang, Moon Kyung hanya berjanji apabila ayahnya datang Seung Min akan dibangunkan.
Dokter Ahn dikunjungi adik angkatnya (dulu sama-sama tinggal di panti asuhan). Adik dokter Ahn melihat profesor Lee dan menyadari bahwa dia orang yang dulu pernah mengadopsi dokter Ahn. Adik dokter Ahn malah bertanya apakah profesor Lee penyebab dokter Ahn giat belajar dan bekerja di RS Han Gook. Dokter Ahn hanya tersenyum dan berkata untuk apa dia melakukan itu, dia juga berkata bahwa gurunya (profesor Suh) yang memintanya untuk bekerja di sini. Namun saat di dalam ruangannya, dokter Ahn terdiam dan menghela nafas panjang.
Ibu Dal Hee berjalan-jalan keluar kamar dan tiba-tiba Dal Hee datang dari lorong sebelah kiri. Dal Hee yang menyadari keberadaan ibunya langsung berbalik. Namun, karena jarak mereka terlalu dekat, ibu Dal Hee menyadari keberadaan Dal Hee. Ibu Dal Hee memanggil Dal Hee beberapa kali sampai Dal Hee akhirnya mau tidak mau menoleh. Ibu Dal Hee bertanya apa yang Dal Hee lakukan di RS ini sampai akhirnya melihat sendiri name tag Dal Hee dan menyadari bahwa Dal Hee menjadi dokter di RS ini. Ibu Dal Hee langsung lemas dan Dal Hee panik. Ibu Dal Hee memarahi Dal Hee dan menyeret Dal Hee pulang. Dal Hee menolak dan langsung diceramahi ibunya. Tepat di saat itulah dokter Ahn muncul dan mendengarkan pertengkaran Dal Hee dan ibunya.
“Kau ingin mati?”, tanya Ibu Dal Hee.

Dal Hee diam.

“Kau masih ingin menjalani operasi yang mengancam jiwa?”
“Jika terus seperti ini, kau bisa-bisa menjalani operasi dan akhirnya kau akan mati!”

Dal Hee berusaha menenangkan ibunya, “Tidak apa-apa, Bu. Jantungku tidak selemah itu…”

“Apanya yang tidak lemah?! Kau pikir aku tidak tahu?”
“Jika kau bekerja seperti ini, maka kau akan harus menjalani operasi! Katup dan jantungnya akan rusak. Kau pikir aku tidak tahu?!”, ibu Dal Hee semakin marah.
“Dulu ketika jadi intern (koas mungkin maksudnya), kau pingsan karena penyakit jantungmu dan hampir kehilangan nyawamu, iya kan?!”

“Tidak, Bu. Saat itu aku hanya tidak beruntung…”, Dal Hee masih mencoba berargumen.

“Diam! Sudah cukup dadamu dibuka dua kali. Jika tidak pulang, kau akan butuh dua kali operasi lagi. Operasi dan operasi lagi… Bahkan mati sekalipun aku tak sanggup melihatmu mendapat cobaan seperti ini… Ayo pergi!”, Ibu Dal Hee menyeret Dal Hee.
Dal Hee menolak diseret ibunya pergi dan bahkan melepaskan tangan ibunya dengan kasar lalu berkata, “Aku tidak bisa pergi! Bahkan jika mati sekalipun, aku ingin melakukan ini...”. Dal Hee bahkan berkata bahwa dia sangat menyukai pekerjaan ini.
Mendengar itu ibu Dal Hee langsung mengamuk dan memukuli Dal Hee. Dal Hee hanya diam saja dan tak melawan. Ibu Dal Hee kemudian kembali menarik Dal Hee pulang dan sekali lagi Dal Hee menghentakkan tangan ibunya dan berkata tidak akan pergi walau harus mati.
“Memangnya kenapa kalau aku mati? Tak masalah jika umurku lebih pendek sepuluh tahun. Bahkan apabila harus menggunakan katup jantung mekanik, tak masalah asal aku dapat makan dan menjalani kehidupanku. Aku ingin melakukan ini, bahkan jika aku mati, aku ingin melakukan ini!” (dokter Ahn masih mendengarkan mereka).
Ibu Dal Hee kembali mengamuk dan memukuli Dal Hee. Mi Hee kemudian datang dan melerai mereka. Mi Hee menyuruh Dal Hee minta maaf tapi Dal Hee memilih untuk diam saja dan pasrah dipukuli. Jae Bum kemudian muncul dari belakang dokter Ahn dan turut menyaksikan pertengkaran Dal Hee dan ibunya. Setelah memukul Dal Hee beberapa kali, ibu Dal Hee langsung lemas dan kemudian pingsan. Dokter Ahn dan Jae Bum kemudian sama-sama berlari hendak menolong ibu Dal Hee tapi karena dokter Ahn melihat Jae Bum telah lari duluan, dia pun mengurungkan niatnya. Ibu Dal Hee akhirnya dibawa kembali ke kamarnya. Dokter Ahn hanya bisa menghela nafas melihat kejadian tersebut (nyesel ya selama ini marah-marah melulu ama Dal Hee? J).


Dokter Ahn dan Gun Wook berpapasan di jalan. Keduanya berhenti lalu berpandangan sesaat dan kemudian Gun Wook lebih dahulu berlalu meninggalkan dokter Ahn.
“Apa kau tidak akan menyapaku?”, tanya dokter Ahn.
“Lalu kenapa kau tidak menyapaku duluan?”, Gun Wook balik bertanya dengan sinis.
“Tidakkah kau berterima kasih atas kesuksesan operasi Seung Min?”, tanya dokter Ahn lagi.
Gun Wook hanya menghela nafas pendek kemudian bersiap untuk pergi (sombong amat ya?).
Dokter Ahn pun berkata bahwa Seung Min telah dipindahkan ke kamar rawat (bukan di ICU lagi) dan dia menunggu ayahnya. Gun Wook tetap diam saja dan pergi meninggalkan dokter Ahn.
Moon Kyung mendapat pasien anak-anak yang mengalami pembesaran hati. Setelah diperiksa, ternyata tubuh anak tersebut lebam-lebam. Saat memeriksa anak itu, Moon Kyung mendengar seorang dokter dan suster menggosipkannya namun dia berusaha tenang. Moon Kyung bahkan tak segan menelpon Gun Wook untuk berkonsultasi tentang pasien anak yang mengalami pembesaran hati.
Karena menolak lewat telpon, Moon Kyung pun mendatangi langsung Gun Wook di ruangannya. Moon Kyung langsung membahas masalah pembesaran hati pasiennya tapi Gun Wook menyuruhnya konsultasi pada orang lain. Rupanya Gun Wook malas bicara dengan Moon Kyung karena gosip tentang mereka berdua sudah menyebar (ih nggak profesional…). Akhirnya mereka berdua pun bertengkar. Saat ada di puncak emosi, tiba-tiba Dal Hee mengetuk ruangan Gun Wook dan masuk (timingnya nggak pas banget nih Dal Hee). Moon Kyung dan Gun Wook langsung terdiam. Dal Hee tanpa basa-basi langsung membahas soal pasien Lee Eun Jung yang terus kesakitan hebat. Gun Wook hanya berkata agar Dal Hee pergi dan akan membicarakan ini pada konsultasi besok. Dal Hee malah terus mengeluarkan argumen-argumennya dan itu membuat Gun Wook marah lalu menyuruh Dal Hee keluar. Dal Hee pun keluar ruangan Gun Wook. Moon Kyung kemudian bertanya apakah Gun Wook dan Dal Hee berkencan dan bertanya apakah Gun Wook mau membantunya soal pasien pembesaran hati. Gun Wook menolak dan sebelum Moon Kyung pergi, dia malah bertanya siapa ayah kandung Seung Min. Moon Kyung hanya menjawab bahwa Gun Wook mengenal pria itu.


Dal Hee termenung di atap rumah sakit (bukan atap juga sih, kayak lantai terbuka di bagian paling atas gedung itu lho…). Dia merasa tertekan karena harus memikirkan banyak hal sekaligus dan yang paling memusingkannya adalah masalah ibunya serta pasien Lee Eun Jung. Dal Hee kemudian pergi ke perpustakaan untuk mencari jawaban atas pasien Lee Eun Jung. Karena kelelahan membaca di perpustakaan, Dal Hee pun ketiduran. Ketika terbangun dan mencoba berdiri, Dal Hee merasakan ada yang tidak beres pada jantungnya (entah gimana rasanya, kayak clekit-clekit atau kesetrum gitu kali ya…).


Keesokan harinya Dal Hee makan dengan ogah-ogahan. Dal Hee juga terlihat tidak tertarik ketika teman-temannya bergosip tentang Moon Kyung dan Gun Wook. Setelah makan, Dal Hee mencoba membahas masalah ini dengan teman-temannya tapi belum sampai mendapat jawaban yang memuaskan, Dal Hee mendapat panggilan darurat.
Ternyata pasien Lee Eun Jung mengalami kejang. Dal Hee meminta pasien diberi fenitoin (untuk mengatasi kejang). Namun ternyata saat memberikan fenitoin, suster menyadari bahwa botol infus yang terpasang adalah dextrose. Suami pasien marah karena sekarang istrinya malah diberi obat yang salah. Tapi kemudian kejang Eun Jung tiba-tiba berhenti. Belum sempat Dal Hee bernafas lega, tiba-tiba Jae Bum datang dan mengabarkan bahwa ibu Dal Hee menolak operasi dan sekarang bergegas pulang.
 Dal Hee pun langsung berlari menemui ibunya dan mencegah kepulangannya. Ibu Dal Hee pun mengajak Dal Hee pulang. Tapi Dal Hee tetap menolak. Ibu Dal Hee beranjak meninggalkan Dal Hee dengan kesal. Dal Hee lalu berteriak dan mengatakan bahwa ia akan membiarkan ibunya pergi. Dal Hee bercerita mengenai masa kecilnya yang harus tinggal bersama neneknya dan jika bukan karena seorang dokter, dia mungkin sudah mati (makanya Dal Hee ingin jadi dokter).
Dal Hee menunjukkan betapa keras keinginannya untuh bertahan dan tak peduli jika ibunya ingin pergi. Ibu Dal Hee hanya diam mendengarkan putrinya lalu perlahan berbalik dan berkata pada Jae Bum, “Dokter, aku mau dioperasi…”.
Dal Hee, Ji Hyuk, dan seorang dokter lagi menjenguk pasien Lee Eun Jung. Dokter itu mengatakan bahwa kemungkinan Eun Jung memiliki kelainan syaraf sehingga mengalami kejadian yang tidak biasa seperti ini. Eun Jung pun perlu menjalani beberapa pemeriksaan lebih lanjut.
Selanjutnya Dal Hee mengantar ibunya ke ruang operasi (bukan Dal Hee sendiri tentunya yang akan mengoperasi). Setelah itu dia kembali membaca banyak buku-buku tebal untuk menemukan masalah yang dialami Eun Jung. Dal Hee minta bantuan pada A Ra dan Min Woo tapi keduanya menolak dengan alasan sibuk. Karena kelelahan, Dal Hee pun ketiduran. Ketika terbangun, lagi-lagi Dal Hee merasakan ada yang tidak beres pada jantungnya.
Dal Hee menuju ruang penyimpanan obat kemudian mengambil lasix (diuretik yang fungsinya mengurangi bengkak karena akumulasi cairan pada tubuh yang bisa juga disebabkan karena penyakit  jantung) untuk dirinya sendiri. Ketika akan menginjeksi dirinya sendiri, Dal Hee kaget karena ternyata dokter Ahn mengawasinya. Dokter Ahn bertanya apa Dal Hee mengkonsumsi obat terlarang. Dal Hee menggeleng lalu berkata bahwa obat yang diambilnya hanyalah obat anti inflamasi (radang). Dokter Ahn pun membantu menginjeksikan obat ke tangan Dal Hee. Melihat sikap dokter Ahn yang lunak, Dal Hee pun langsung konsultasi masalah pasien Lee Eun Jung (sempet-sempetnya…). Dokter Ahn hanya berkata agar Dal Hee membaca lebih banyak jurnal lagi.


Ketika Dal Hee mengamati rekam medis pasien Lee Eun Jung, tiba-tiba si pasien kejang lagi. Dal Hee meminta injeksi valproat tapi kemudian tiba-tiba denyut jantung Eun Jung menghilang. Dal Hee pun langsung panik dan memicu jantung Eun Jung. Akhirnya denyut jantung Eun Jung pun kembali. Tapi kemudian tiba-tiba Eun Jung kejang lagi. Dal Hee meminta injeksi valproat tapi suster bilang Eun Jung baru saja diinjeksi valproat 30 menit yang lalu. Dal Hee kemudian teringat tentang kejadian suster yang salah memasang infus dengan dextrosa. Dal Hee pun meminta suster menginjeksikan 20 mL dextrosa. Akhirnya kejang Eun Jung pun berhenti. Dal menyadari sesuatu lalu segera membuka bukunya. Rupanya Eun Jung menderita porphyria (aq ga paham nih penyakit macam apa).


Dal Hee pun menangis (saking sumpeknya kali ya), akhirnya dia dapat menyelesaikan masalah pasien Eun Jung. Lalu keluarlah quote yang gue banget (curcol dikit ya :D).
Saat pertamaku selalu adalah yang terberat, cinta pertamaku, pasien pertamaku, dan pasien pertama yang kuoperasi…


Gun Wook menemui Moon Kyung di lobi dan mengajaknya bicara tapi Moon Kyung menolak dengan alasan sibuk (balas dendam nih yee…). Gun Wook langsung saja bertanya siapa berandalan yang menjadi ayah kandung Seung Min. Moon Kyung menolak menjawab tapi Gun Wook memaksa. Kemudian dokter Ahn pun datang dan Moon Kyung langsung pergi bersamanya. Hal itu membuat Gun Wook mencurigai dokter Ahn adalah ayah Seung Min (aku juga curiga loh ngeliat gelagat mereka…).
Dal Hee sedang tidur ketika A Ra menelponnya dan menyuruhnya berkumpul di ruang data pasien untuk diskusi kelompok. Dal Hee pun segera bergabung dengan mereka. Gun Wook datang untuk memimpin diskusi dan melihat betapa pucatnya wajah Dal Hee, tapi Gun Wook tetap melanjutkan diskusi seperti biasa. Satu per satu dokter tahun pertama melaporkan pasiennya dan ketika giliran Dal Hee, dia tidak menjawab dan akhirnya pingsan. Gun Wook dengan sigap membopong Dal Hee dan menyuruh Jae Bum menyiapkan ruangan kosong.


Gun Wook pun membaringkan Dal Hee di sebuah ruangan lalu memeriksa denyut nadi Dal Hee. Gun Wook kemudian memasang infus pada Dal Hee dan menungguinya sebentar. Kemudian dia minta pada Jae Bum agar menjaga Dal Hee lalu Gun Wook pun pergi. Tepat saat Gun Wook pergi, Dal Hee pun sadar. Dal Hee hendak melepaskan infusnya lalu Jae Bum membantunya. Jae Bum pun mengatakan bahwa Gun Wook yang membopong Dal Hee serta memasangkan infus untuknya. Dal Hee kaget lalu berlari keluar kamar untuk mengejar Gun Wook yang ternyata sudah menghilang. (To be continued… J).

20 komentar:

Anonim mengatakan...

hi pendatang baru neh.., salam kenal dari tika.., duh dah hampir setaon cari blog yg bikin sinop nya surgeon bong dal hee akhirnya nemu juga disini, ku suka banget ma ini drama.., so ditunggu loh kelanjutan nya *penasaran banget neh* FIGHTING !!! ^.^

Ophiel mengatakan...

Okey... ni drama pasti qkelarin. Cuma ga dlm wkt dekat ini ya... Lagi pusing ujian nih... Ditunggu aja ya... :)

ai mengatakan...

hai Ophiel... salam kenal... aku suka banget ma drama ini, setingkat di bawah Thank You lah...seneng deh akhirnya nemu ada yang buat sinopnya... ditunggu lanjutannya yaa...

btw, SBDH aku link di blog aku....

Anonim mengatakan...

maaf episode 7-18 nya koq tdk ada??maaf episode 7-18 nya koq tdk ada??

Ophiel mengatakan...

@anonim: bukan tdk ada, tapi belum ada... :) ditunggu ya... btw, kasih nama dong biar aq manggilnya ga anonim... ^^

Anonim mengatakan...

boleh agk minta sinopsis surgeon bong dal hee yang lengkap

Ophiel mengatakan...

@anonim: bukannya ga boleh, tapi belum ada... sabar bentar lagi yaa...:)

Anonim mengatakan...

yg lengkap ya kalo bbuat sinopsisnya kalo bisa sampe episode 18. ok

tugu herbal mengatakan...

kenapa ga dilanjutin kan penasaran

Ophiel mengatakan...

@anonim: iya... nanti qbuatin yg lengkap... sabar ya... :)

@tugu herbal: cuma belum sempet aja... ASAP deh... ^.^

Anonim mengatakan...

Hai kak.........
aku juga penggemar berat SBDH
please sinopsisnya dilengkapin ya...
Makasih.....

Anonim mengatakan...

ku tunggu klanjutannya ya!!!!!
thanx.............

Anonim mengatakan...

kok cma smpai episod 6 . . Pdahal q kn pnasaran bgt . . . Lanjutin donk . .
Plissssss . . . . . Ya ya ya . . . .

Ophiel mengatakan...

@all anonim: udah dilanjutin koq... episode 7 n 8 udah ada... cek deh...

rahmi mengatakan...

kak, mana eps 7 n 8 nya . . Udah aku cek, tapi kok g' ada . . . Jdi sdih dech . . Pdahal kan aku dah sneg bgt wktu kkak sbutin kmaren . . Tp trnya g' ada . .

Ophiel mengatakan...

@rahmi: ada koq... cb deh cek di arsip bulan oktober...

Anonim mengatakan...

mw dund klanjutn episodenya..............

Tetty mengatakan...

Halo sist Ophiel, kok recaps 7-8 ga ada yah? Udah aq cek ϑί arsip Oktober tapi gada :( pleaase dilanjutiin dong sist, soale ceritane apiik teenaaan, hwaitiiiiiiiing :)

Anonim mengatakan...

lanjutin dong sinopsisnya....

Cha Cha mengatakan...

Sis, Lanjutkan lagi dong sinopsisnya sampai episode 18.

Sinopsis yang kamu buat bagus sis. ^_^

Posting Komentar